Feb 04 2009
Apa Beda W o r m - V i r u s - T r o j a n?
Saat kita membicarakan virus komputer, kita sering menyamakan virus dengan worm ataupun trojan horse. Sebenarnya, mereka ini tentu berbeda. Virus, worm, dan trojan horse memang sama-sama sebuah program pengacau yang bisa merusakkan sistem komputer. Namun, pada ketiga program tersebut memiliki perbedaan, dan mengetahui perbedaan di antara ketiga itu bisa membantu Anda untuk lebih melindungi komputer dari efek merusak program tersebut.
Virus menyertakan dirinya pada program atau file biasa. File inilah yang membantunya untuk menyebar dari komputer ke komputer lain dan menginfeksi tempat yang dihinggapinya. Serupa seperti virus pada manusia, virus komputer memiliki tingkat bahaya yang beragam. Beberapa virus hanya menyebabkan efek yang mengganggu sementara virus lainnya mampu merusak hardware, software, ataupun data Anda.
Hampir semua virus menyertakan dirinya pada file executable. Artinya virus bisa saja sudah ada pada komputer Anda tetapi tidak menginfeksi komputer tersebut kecuali kalau Anda menjalankan atau membuka malicious program tersebut. Perlu dicatat, virus tidak bisa menyebar tanpa bantuan penggunanya misalnya menjalankan program yang sudah terinfeksi virus. Pengguna yang menyebarkan virus komputer biasanya melakukannya lewat pertukaran file yang telah terinfeksi ataupun mengirim e-mail dengan virus sebagai attachment e-mail-nya.
Secara desain, worm serupa dengan virus dan disebut juga sebagai sub-class dari sebuah virus. Worm juga menyebar dari komputer ke komputer lain, tetapi tidak seperti virus, worm memiliki kemampuan untuk berpindah-pindah meski tanpa bantuan manusia sebagai pengguna komputer.
Worm memanfaatkan file atau fitur transportasi informasi sistem komputer yang memungkinkannya berpindah tanpa bantuan. Hal yang paling berbahaya dari worm adalah kemampuannya untuk mereplikasi dirinya sendiri pada sistem yang sudah terinfeksi dan mengakibatkan efek yang cukup besar. Salah satu contohnya adalah worm yang mampu mengirimkan duplikasinya ke seluruh user yang terdaftar pada adress book e-mail sistem yang telah terinfeksi tersebut. Setelah sampai di tujuan, worm kembali menduplikasi dirinya sendiri dan mengirim lagi satu kopi ke tiap-tiap user yang ada di address book komputer yang baru saja diserangnya dan seterusnya.
Lain lagi dengan trojan horse. Program ini tampak seperti sebuah software yang bermanfaat, tetapi setelah diinstalasikan atau dijalankan, program tersebut justru malah merusak sistem. Mereka yang terkena trojan horse biasanya tertipu oleh penawaran untuk menerima file atau sofware dari sumber yang bisa dipercaya. Ketika trojan telah aktif pada komputer, efek yang ditimbulkan juga beragam. Mulai dari mengubah tampilan desktop, mengganti icon pada desktop, sampai efek yang sangat merusak seperti menghapus file-file tertentu atau merusak informasi pada sistem.
Trojan juga mampu membuat backdoor pada komputer yang terinfeksi yang memungkinkan user lain memiliki akses pada komputer tersebut. Tetapi, tidak seperti virus dan worm, trojan tidak mereproduksi dirinya sendiri.
———-
Tulisan ini pernah dimuat di tabloid PCplus edisi 245, beredar November 2005
kangen ciplus! btw, ini dulu lo tulis buat rubrik apa ya?
copy paste hasil karya sendiri dari media cetak ke media online
@raa: rubrik tahukah anda jeng, yang umurnya cumak berapa edisi
@yohan: gak pa pa kan klok begituh? nggak ngelaggar aturan?
@fmn: gapapa lah man. malah dianjurkan (asal disebut artikelnya ditulis untuk media apa or dimuat di mana). buat portofolio :p
klo worm kita bilang ‘cacing’
trojan identik ma ‘kuda’
klo pirus?hmmmmmm ‘nyamuk bunting’ kali yak,hahahaha
antivirus paling ampuh —> FORMAT C:,hehe