Mar 15 2009
Efek Negatif Sperma Lanjut Usia
Anak-anak dari pria yang sudah berusia lanjut memiliki peluang lebih besar untuk ber-IQ rendah.
Dari penelitian terbaru yang dilakukan terhadap 33 ribu anak di Amerika Serikat menemukan bahwa mereka yang memiliki ayah berusia lanjut memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah. Meski begitu, perbedaannya tidak terlalu signifikan, dan penelitian lebih lanjut mengenai kehidupan sang anak di masa depannya belum dilakukan.
“Semakin tua usia ayah, semakin parah pula kemampuan anaknya dalam menyelesaikan tes inteligensi,” kata John McGrath dari University of Queensland yang mengetuai penelitian tersebut, seperti dikutip Livescience, 11 Maret 2009.
Diperkirakan, yang jadi permasalahan adalah sperma yang kian berumur.
“Kami khawatir bahwa sel sperma milik pria yang lebih tua telah mengalami mutasi saat perkembangannya,” kata McGrath. “Kerusakan ini dapat berlanjut dan meningkatkan risiko masalah yang terjadi pada sang anak. Ada pula peluang bahwa kerusakan sell ini akan dilanjutkan ke generasi keturunan selanjutnya,” ucapnya.
Sebelumnya, pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2006, pria yang lebih tua lebih berpeluang untuk memiliki anak bertubuh pendek karena mutasi genetik yang terjadi di sperma mereka akibat usia lanjut. Menurut McGrath, penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara ayah yang sudah tua dengan meningkatnya peluang terjadinya autisme dan schizophrenia (kelainan yang membuat anak cenderung mengasingkan diri).
Menurut laporan New York Times, sebuah studi yang dilakukan tahun 2005 menemukan bahwa anak berusia 16 dan 17 tahun yang memiliki ayah yang sudah tua mendapatkan nilai yang lebih rendah dalam tes IQ bidang non verbal. Demikian pula dengan anak yang saat lahir ayahnya masih berusia remaja.
Pada data yang dikumpulkan McGrath, anak-anak diberikan tes ketika mereka berusia 8 bulan, 4 tahun, dan 7 tahun. Adapun tes inteligensi yang dilakukan untuk mengukur tingkat konsentrasi, memori, kecepatan belajar, pengertian, dan kemampuan berbicara dan membaca. Anak-anak yang ayahnya berusia 50 tahun atau lebih tua secara rata-rata memiliki nilai yang lebih rendah pada bidang-bidang di atas dibanding dengan anak-anak yang ayahnya masih di kisaran usia 20 tahunan.
wew mesti cepet2 nikah dunk kalo gitu
infonya bagus thx ..
Bearti juga, elo harus cepet2 ngasih si Biyu adik tuh ‘Man… Tambah 4 lagi deh tuh, biar bisa bikin “kelimaan” futsal…