Mar 19 2009

Konflik Rumah Tangga Buruk bagi Jantung Wanita

Published by emmet24son at 5:53 pm under A little bit scientific

Konflik yang terjadi dalam rumah tangga dapat berpengaruh besar pada kesehatan jantung pasangan suami istri. Akan tetapi, tampaknya pengaruhnya lebih buruk pada wanita karena merekalah yang lebih banyak mengalami efek yang menjurus ke penyakit jantung seperti stroke dan diabetes.

Wanita yang mengalami depresi dalam rumah tangga menghadapi risiko hipertensi yang berlipat, obesotas, kadar gula yang tinggi, kenaikan kadar lemak dalam darah dan rendahnya HDL atau kolesterol baik yang dibutuhkan tubuh. Sementara itu, pria yang mengalami hal serupa dengan pernikahannya tidak memiliki risiko yang sama.

“Perbendaan gender sangat penting karena penyakit jantung adalah pembunuh utama bagi wanita dan pria,” kata Nancy Henry, seorang psikolog dari University of Utah, seperti VIVAnews kutip dari Livescience, 9 Maret 2009. “Kami masih mempelajari bagaimana faktor tekanan dalam hubungan dan emosional berkaitan dengan penyakit jantung,” ucap Henry yang melakukan penelitian tersebut.

Dari data yang ia miliki, sejarah perceraian juga berhubungan dengan penyakit jantung. Untuk penelitian ini, Henry telah melakukan survey terhadap 276 pasangan yang telah menikah selama rata-rata 20 tahun dan belum pernah terdeteksi memiliki penyakit cardiovascular. Ia meminta para suami dan istri menjawab sejumlah pertanyaan dan meminta mereka memeriksa kesehatannya di klinik milik universitas.

“Implikasi langsung jika Anda menganggap serius risiko kesehatan jantung Anda adalah memperhatikan tidak hanya faktor risiko tradisional seperti tekanan darah dan kolesterol,” kata Tim Smith, psikolog lain dari University of Utah yang mengetuai jurusan tersebut. “Kualitas emosional dan kehidupan berkeluarga juga perlu diperhatikan,” ucapnya.

Menurut hipotesis Smith, efek hormonal dari stress pada wanita adalah pertumbuhan lingkar tubuh, meningkatnya daya tahan terhadap insulin, dan level tekanan darah yang tidak sehat.

“Ada bukti yang kuat bahwa wanita harus memodifikasi hal-hal yang mempengaruhi sindrom metabolisme mereka seperti diet dan olah raga,” kata Smith. “Tetapi masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa wanita dapat menurunkan risiko penyakit jantung jika mereka memperbaiki kualitas pernikahannya atau meninggalkan suaminya,” kata Smith.

Pernikahan sendiri sebenarnya memiliki dampak yang baik untuk kesehatan, apalagi jika suami-istri saling memperhatikan pasangannya.




2 Responses to “Konflik Rumah Tangga Buruk bagi Jantung Wanita”

  1.   natalia aryaon 06 Apr 2009 at 10:42 am

    Wah berguna nech info.
    Akan ku berlakukan di rumah tangga aku ah.
    Biar ga da amarah dan harmonis. Amin.
    Doain y Mas … ))

  2.   emmet24sonon 07 Apr 2009 at 4:11 pm

    Amin daah.. mudah2an langgeng sampe kakek-nenek :)

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Spam protection by WP Captcha-Free